Jumat, 28 November 2025

Laporan UPA Madya 25.11.29

Materi TaushiyahKDJ 251012
10. Manusia MonyetAFR(511) AHZ(510) AIS(411) DAN (401) HQA (410)
KDJ 250810
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2019/07/manusia-monyet.html
09. Shihatul Intima’, Loyalitas Yang BenarAFR(511) AHZ(510) AIS(411) DAN (401) HQA (410)
KDJ 250802
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/08/shihatul-intima-loyalitas-yang-benar.html
08. Hijrah Bagi Para Aktivis Da'wah
AFR(511) AHZ(510) AIS(411) DAN (401) HQA (410)
KDJ 250727
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/07/hijrah-bagi-para-aktivis-dawah.html
12. BERKHIDMAH KEPADA MASYARAKATAFR(51) AHZ(51) AIS(41) DAN (41) HQA (41)
KDJ 250719
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/11/berkhidmah-kepada-masyarakat.html
11. Al-Musyarokah lit taqwiim wat tasdiid ( المشاركة للتقويم والتسديد )AFR(7) AHZ(6) AIS(6) DAN (5) HQA (5) KDJ 251012
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/05/al-musyarokah-lit-taqwiim-wat-tasdiid.html



Berkhidmah kepada masyarakat adalah hal yang diperintahkan oleh Allah SWT sebagai bagian dan wujud syukur dan terima kasih kita kepada Allah:

وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ 

"...dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu..." (QS. Al Qashash: 77)

Allah SWT berbuat kebajikan kepada kita melalui dua jalur, yakni jalur langsung dan jalur tidak langsung melalui orang lain. 

Kita semua, termasuk saya, adalah para penerima kebajikan-kebajikan orang lain, dari mulai kebajikan ibu, ayah, suami atau isteri kita, nenek, tetangga, saudara, dan handai taulan. 

Kita sudah banyak berhutang budi kebajikan terutama kepada Allah, baik yang langsung maupun melalui orang lain. Oleh karena itu, kita harus pandai bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada manusia.

مَنْ لمْ يشْكُر النَّاسَ لَمْ يشْكُر الله

"Barangsiapa tidak bersyukur pada manusia, berarti tidak bersyukur kepada Allah." (HR. At-Tirmidzi)

Sebab begitu banyak kebajikan Allah Yang disalurkan kita melalui manusia Iainnya, maka kita harus membalasnya dengan banyak berbuat kebajikan pula. 

Kader-kader harus banyak memproduksi kebajikan; dan rumusan kebajikan dalam perspektif Islam sangat luas ruang lingkupnya namun juga sekaligus begitu detail dan sederhana.


تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

(HR. Tirmidzi)

"Menebar senyum adalah kebajikan atau sedekah."

لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ

"Janganlah engkau meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun hanya dengan bertemu dengan saudaramu dengan wajah yang berseri". (H.R. Muslim).
 
Menemui saudaramu dengan wajah yang cerah, berseri-seri pun merupakan satu kebajikan.

Menyingkirkan kotoran atau yang membahayakan di jalan adalah juga kebajikan.

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم: َاْلاِيْمَانُ بِضْعٌ وَ سِتُّوْنَ اَوْ سَبْعُوْنَ شُعْبَةً، اَدْنَاهَا اِمَاطَةُ اْلاَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ، وَ اَرْفَعُهَا قَوْلُ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ.
 
(HR. Bukhari dan Muslim)

Begitu banyak kebajikan yang dapat kita lakukan tanpa modal, dan berbuat ihsan sebanyak-banyaknya baik ihsan bil hal (kebaikan dengan perbuatan), ihsan bil qaul (kebaikan dengan peekataan), atau ihsan bil maal (kebaikan dengan harta) juga merupakan upaya memperluas jaringan sosial.

Rasulullah SAW menyebutkan:
 
مَنْ كَانَ لَهُ مَالٌ فَلْيَتَصَدَّقَ بِمَالِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُ عِلْمٌ فَلْيَتَصَدَّقَ بِعِلْمِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُ قُوَّةٌ فَلْيَتَصَدَّقَ بِقُوَّتِهِ 
 
"Barang siapa memiliki harta, maka bersedekahlah dengan hartanya, barang siapa memiliki ilmu bersedekahlah dengan ilmunya, dan barang siapa memiliki kekuatan atau kekuasaan, maka bersedekahlah dengan kekuatan atau kekuasaannya." (Hadits dari Anas bin Malik)

Upaya untuk produktif berbuat kebajikan adalah ujung tombak untuk memperluas jaringan sosial di masyarakat. Insya Allah balasannya sesuai dengan sunnatullah,

Annaasu yuwaalunna man khadamahum (manusia itu akan loyal kepada orang yang melayani mereka). 

Mereka akan memberikan ihsan juga kepada orang yang melayaninya.

Sumber kutipan:

Taujih KH. Hilmi Aminuddin pada Rapat Koordinasi Wilda Sulawesi

Lembang, 15 April 2012

____

Simak terus hikmah dakwah dan tarbiyah di channel Telegram:

📚 KH. Hilmi Aminuddin
✅️ Join Channel: https://t.me/t4ujihat

---------- Forwarded message ---------
Dari: Telegram <noreply@telegram.org>
Date: Sel, 11 Nov 2025, 20.53
Subject: Your Code - 330545


Hello

Your code is: 330545. Use it to verify your email for Login.

If you didn't request this, simply ignore this message.

Yours,
The Telegram Team

Sabtu, 11 Oktober 2025

Laporan UPA Madya 25.10.12

Materi TaushiyahKDJ 251012
10. Manusia MonyetAFR(511) AHZ(510) AIS(411) DAN (401) HQA (410)
KDJ 250810
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2019/07/manusia-monyet.html
09. Shihatul Intima’, Loyalitas Yang BenarAFR(511) AHZ(510) AIS(411) DAN (401) HQA (410)
KDJ 250802
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/08/shihatul-intima-loyalitas-yang-benar.html
08. Hijrah Bagi Para Aktivis Da'wah
AFR(511) AHZ(510) AIS(411) DAN (401) HQA (410)
KDJ 250727
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/07/hijrah-bagi-para-aktivis-dawah.html
07. Mempersiapkan Generasi TarbiyahAFR(51) AHZ(51) AIS(41) DAN (41) HQA (41)
KDJ 250719
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/07/mempersiapkan-generasi-tarbiyah.html
11. Al-Musyarokah lit taqwiim wat tasdiid ( المشاركة للتقويم والتسديد )AFR(7) AHZ(6) AIS(6) DAN (5) HQA (5) KDJ 251012
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/05/al-musyarokah-lit-taqwiim-wat-tasdiid.html




Musyarokah kita bertujuan untuk berkontribusi dalam meluruskan dan mengakuratkan tujuan hidup dan perjuangan bangsa ini. Agar bangsa ini tidak  menyimpang dari tujuan utamanya.

Allah memerintahkan kepada kita agar kita lurus, sesuai dengan fitrah diciptakannya.


فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ (الروم : ٣٠)

 

"Maka, hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam sesuai) fitrah (dari) Allah yang telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah (tersebut). Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." 
(QS. Ar-Rum ayat 30)

Tidak ada bangsa atau umat atau bahkan makhluk yang bisa hidup baik, tenang, tentram dan sejahtera kecuali harus lurus dalam fitrahnya. Nilai-nilai fitrah ini adalah nilai-nilai kemanusiaan yang universal. Al-Qur'an mengokohkannya dengan nilai-nilai syar'iyyah.

Sebagai kader dakwah kita harus selalu waspada terhadap kemungkinan berbagai penyimpangan, penyimpangan diri dan penyimpangan di tengah-tengah umat dan bangsa ini. Kita harus menjadi unsur muqawwim (yang meluruskan) wat tasdiid (mengarahkan) agar bangsa ini jangan disorientasi.

Seluruh kader dakwah ini harus berusaha dan mampu mengkonsolidasi, mengkoordinasi, dan memobilisasi seluruh potensi positif konstruktif  di dalam bangsa ini. 

Siapapun mereka, partai apapun mereka, ormas apapun mereka dan agama apapun mereka, suku bangsa apapun mereka. Penghuni pulau manapun mereka. Kita harus mampu melihat potensi positif dan konstruktif untuk membangun bangsa ini mencapai kesejahteraan, kedamaian dan kejayaannya.

Selain itu kita harus selalu berupaya untuk mempersempit ruang gerak, perilaku, dan peran potensi negative destruktif. Agar kehidupan berbangsa dan bernegara ini tidak terprovokasi, terpecah belah, terlemahkan, terkecoh , tergadaikan, bahkan terjual oleh potensi negative destruktif itu. 

Sehingga kehidupan bangsa kita tetap bersatu, damai, tentram dan bersemangat untuk kerja keras mencapai tujuan-tujuan nasional, yaitu menjadi bangsa dan Negara yang diridhai oleh Allah SWT.

Sejak awal, ikhwan dan akhwat digembleng diantaranya untuk misi amar ma'ruf nahi munkar. Dalam musyarokah  lit taqwiim wat tasdiid inilah peran amar ma'ruf nahi munkar harus dilakukan dimanapun antum berada. Apakah di lembaga legislative, lembaga eksekutif atau yudikatif. 

Dalam mengelola jama'ah, kehidupan bermasyarakat, lembaga-lembaga sosial, pendidikan, kebudayaan, dan perekonomian. Tetap taqwim dan tasdiid adalah merupakan refleksi dari misi amar ma'ruf nahi munkar kita.



======= Suplemen ======

Pertanyaan Anda sangat menarik — karena istilah "Al-Musyarokah lit Taqwiim wat Tasdiid (المشاركة للتقويم والتسديد)", meskipun sering digunakan dalam konteks ekonomi syariah, juga memiliki makna yang mendalam dalam konteks politik dan tata kelola pemerintahan (governance). Mari kita bahas secara sistematis.


🕌 1. Arti Bahasa Arab (Makna Leksikal)

Kata Arab Transliterasi Arti Dasar
المشاركة Al-Musyarokah Partisipasi, keterlibatan bersama, kerja sama
للتقويم lit-Taqwiim Untuk perbaikan, pelurusan, atau evaluasi
والتسديد wat-Tasdiid Untuk penyempurnaan, pengarahan, atau penegakan yang benar

Secara harfiah:
"Al-Musyarokah lit Taqwiim wat Tasdiid" berarti partisipasi bersama untuk memperbaiki dan meluruskan (jalannya sesuatu) agar tepat dan benar.


🏛️ 2. Makna Konseptual dalam Konteks Politik & Pemerintahan

Dalam ranah politik Islam dan tata kelola pemerintahan (siyasah syar’iyyah), istilah ini mengandung semangat partisipasi publik dan kolaborasi konstruktif antara rakyat dan pemerintah untuk:

  1. Meluruskan kebijakan yang menyimpang (taqwiim)

  2. Memberi masukan dan koreksi dengan cara yang benar dan membangun (tasdiid)

Dengan kata lain, ini bukan “oposisi destruktif”, melainkan oposisi konstruktif — ikut mengawal pemerintahan agar tetap pada jalan yang benar dan sesuai nilai keadilan.


⚖️ 3. Makna Filosofis dan Praktis

Aspek Makna “Musyarokah lit Taqwiim wat Tasdiid”
Politik Rakyat berpartisipasi aktif dalam mengawasi, menilai, dan memperbaiki kebijakan penguasa tanpa harus memusuhi pemerintah.
Pemerintahan Pemimpin membuka ruang dialog, menerima kritik dan saran dari rakyat atau lembaga lain sebagai bentuk tanggung jawab publik.
Etika Islam Kritik dan koreksi dilakukan dengan adab — bukan menjatuhkan, tetapi memperbaiki (islah).
Kepemimpinan Pemimpin yang baik tidak menutup diri dari koreksi; justru mendorong partisipasi masyarakat untuk mencapai kebaikan bersama.

🧭 4. Dasar Pemikiran dalam Tradisi Islam

Konsep ini selaras dengan prinsip “Syura” (musyawarah) dalam Al-Qur’an:

“... dan urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah di antara mereka ...”
(QS. Asy-Syura [42]: 38)

Dan juga dengan hadis Nabi ﷺ:

“Agama adalah nasihat (ad-din an-nashihah)... untuk Allah, Rasul-Nya, para pemimpin kaum Muslimin, dan umat Islam seluruhnya.”
(HR. Muslim)

Artinya: rakyat berhak dan berkewajiban memberikan nasihat, masukan, atau koreksi (taqwiim) kepada pemimpin dengan cara yang baik (tasdiid).


🧩 5. Contoh Aplikatif dalam Pemerintahan Modern

Situasi Penerapan “Al-Musyarokah lit Taqwiim wat Tasdiid”
Kritik kebijakan publik Lembaga masyarakat memberikan masukan berbasis data, bukan ujaran kebencian.
DPR/DPRD & Pemerintah Fungsi legislatif dan eksekutif bekerja sama untuk meninjau dan menyempurnakan kebijakan (bukan saling menjatuhkan).
Lembaga audit dan ombudsman Melakukan koreksi dan pembinaan terhadap kinerja lembaga pemerintahan agar tetap sesuai aturan dan etika.
Civil society & media Menjadi sarana kontrol sosial dan penyampai aspirasi rakyat untuk perbaikan tata kelola negara.

🕊️ 6. Inti Pesan Moral

“Al-Musyarokah lit Taqwiim wat Tasdiid” mengajarkan bahwa partisipasi politik bukan hanya tentang kekuasaan, tetapi tentang tanggung jawab moral untuk memperbaiki dan meluruskan jalannya pemerintahan secara adil dan beradab.


🩵 Kesimpulan

Al-Musyarokah lit Taqwiim wat Tasdiid (المشاركة للتقويم والتسديد) dalam konteks politik dan pemerintahan berarti:

“Keterlibatan masyarakat dan lembaga politik dalam memperbaiki, meluruskan, dan menyempurnakan arah kebijakan pemerintahan dengan semangat kolaborasi, bukan konfrontasi.”

Atau secara ringkas:

“Partisipasi konstruktif untuk perbaikan dan pelurusan kebijakan.”


Apakah Anda ingin saya buatkan versi diagram alur visual tentang “Hubungan Pemerintah – Rakyat – Lembaga Pengawas dalam Al-Musyarokah lit Taqwiim wat Tasdiid” agar lebih mudah dipahami secara grafis?


https://chatgpt.com/c/68eb2f80-b4ac-8320-a250-fb99572515dc

Jumat, 05 September 2025

Laporan UPA Pratama 25.09.19


Materi TaushiyahMNW 25.09.05
05. Mempersiapkan Generasi Tarbiyah ARG(0101), IBN(0001), KMJ(1110), MAT(1010), MNW(1111), NKH(1000), OPI(1110), SPN(0110), SRS(1010)
MNW 250725
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/07/mempersiapkan-generasi-tarbiyah.html
04. Musim SemiARG(010), KMJ(111), MAT(101), MNW(111), NKH(100), OPI(111), SPN(011), SRS(101) MNW 250711 
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/01/musim-semi.html
03. Manusia Monyet ARG(01) AHZ(10) KMJ(11) MAT(10) MNW(11) NKH(10) OPI(11) SPN(01) SRS(10) MNW 250124
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2019/07/manusia-monyet.html
07. Al-‘Alaq dan Tuntunan Belajar ARG(01) AHZ(10) KMJ(11) MAT(10) MNW(11) NKH(10) OPI(11) SPN(01) SRS(10)
MNW 250905
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/09/al-alaq-dan-tuntunan-belajar.html
06. Shihatul Intima’, Loyalitas Yang Benar

ARG(01011), IBN(00011), KMJ(11101), MAT(10101), MNW(11111), NKH(10000), OPI(11101), SPN(0110), SRS(10101)
MNW 250808
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/08/shihatul-intima-loyalitas-yang-benar.html

======




====



“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” 

(QS. Al-‘Alaq : 1-5).

TIDAK dapat dimungkiri bahwasanya menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim di mana pun dan kapan pun berada. 

Jumat, 08 Agustus 2025

Laporan UPA Madya 25.08.10

Materi TaushiyahKDJ 250810
10. Manusia MonyetAFR(511) AHZ(510) AIS(411) DAN (401) HQA (410)
KDJ 250810
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2019/07/manusia-monyet.html
09. Shihatul Intima’, Loyalitas Yang BenarAFR(511) AHZ(510) AIS(411) DAN (401) HQA (410)
KDJ 250802
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/08/shihatul-intima-loyalitas-yang-benar.html
08. Hijrah Bagi Para Aktivis Da'wah
AFR(511) AHZ(510) AIS(411) DAN (401) HQA (410)
KDJ 250727
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/07/hijrah-bagi-para-aktivis-dawah.html
07. Mempersiapkan Generasi TarbiyahAFR(51) AHZ(51) AIS(41) DAN (41) HQA (41)
KDJ 250719
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/07/mempersiapkan-generasi-tarbiyah.html
06. Al-Aqsho, Isra' Mi'Raj & Barisan Tangguh Itu..AFR(5) AHZ(5) AIS(4)
DAN (4) HQA (4) 
KDJ 250209
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/01/al-aqsho-isra-miraj-barisan-tangguh-itu.html



Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: "Jadilah kamu kera yang hina".(QS. Al-Baqarah:65)

Manusia monyet adalah manusia yang memiliki perangai dan sikap seperti monyet. Tidak berbeda dengan monyet yang ada di hutan atau yang dipelihara oleh manusia seperti di kebun binatang. 

Laporan UPA Pratama 25.08.08


Materi TaushiyahMNW 25.08.08
05. Mempersiapkan Generasi Tarbiyah ARG(0101), IBN(0001), KMJ(1110), MAT(1010), MNW(1111), NKH(1000), OPI(1110), SPN(0110), SRS(1010)
MNW 250725
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/07/mempersiapkan-generasi-tarbiyah.html
04. Musim SemiARG(010), KMJ(111), MAT(101), MNW(111), NKH(100), OPI(111), SPN(011), SRS(101) MNW 250711 
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/01/musim-semi.html
03. Manusia Monyet ARG(01) AHZ(10) KMJ(11) MAT(10) MNW(11) NKH(10) OPI(11) SPN(01) SRS(10) MNW 250124
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2019/07/manusia-monyet.html
02. Mulai dengan Ikhlash, Jalani dengan Ikhlash, dan Akhiri dengan Ikhlash ARG(01) AHZ(10) KMJ(11) MAT(10) MNW(11) NKH(10) OPI(11) SPN(01) SRS(10)
MNW 250110
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2019/06/mulai-dengan-ikhlash-jalani-dengan.html
06. Shihatul Intima’, Loyalitas Yang BenarARG(01011), IBN(00011), KMJ(11101), MAT(10101), MNW(11111), NKH(10000), OPI(11101), SPN(0110), SRS(10101)
MNW 250808
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/07/hijrah-bagi-para-aktivis-dawah.htm

======




====


(Ust Amang Syafruddin) 

Dalam berorganisasi/amal jama’i, afiliasi, keanggotaan, keterikatan dan keikutsertaan seorang a’dho jama’ah dalam aktivitas dakwah harus di atas landasan intima yang benar, jelas dan pasti. Bukan intima yang semu, mengambang dan bercabang. Sebagaimana Allah SWT berfirman

Jumat, 01 Agustus 2025

Laporan UPA Madya 25.08.02

Materi TaushiyahKDJ 250802


09. Shihatul Intima’, Loyalitas Yang BenarAFR(511) AHZ(510) AIS(411) DAN (401) HQA (410)
KDJ 250802
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/08/shihatul-intima-loyalitas-yang-benar.html
08. Hijrah Bagi Para Aktivis Da'wah
AFR(511) AHZ(510) AIS(411) DAN (401) HQA (410)
KDJ 250727
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/07/hijrah-bagi-para-aktivis-dawah.html
07. Mempersiapkan Generasi TarbiyahAFR(51) AHZ(51) AIS(41) DAN (41) HQA (41)
KDJ 250719
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/07/mempersiapkan-generasi-tarbiyah.html
06. Al-Aqsho, Isra' Mi'Raj & Barisan Tangguh Itu..AFR(5) AHZ(5) AIS(4)
DAN (4) HQA (4) 
KDJ 250209
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/01/al-aqsho-isra-miraj-barisan-tangguh-itu.html

(Ust Amang Syafruddin) 

Dalam berorganisasi/amal jama’i, afiliasi, keanggotaan, keterikatan dan keikutsertaan seorang a’dho jama’ah dalam aktivitas dakwah harus di atas landasan intima yang benar, jelas dan pasti. Bukan intima yang semu, mengambang dan bercabang. Sebagaimana Allah SWT berfirman

Laporan UPA Madya 25.07.27

Materi TaushiyahKDJ 250802

 




08. Hijrah Bagi Para Aktivis Da'wah
AFR(511) AHZ(510) AIS(411) DAN (401) HQA (410)
KDJ 250727
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/07/hijrah-bagi-para-aktivis-dawah.html
07. Mempersiapkan Generasi TarbiyahAFR(51) AHZ(51) AIS(41) DAN (41) HQA (41)
KDJ 250719
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/07/mempersiapkan-generasi-tarbiyah.html
06. Al-Aqsho, Isra' Mi'Raj & Barisan Tangguh Itu..AFR(5) AHZ(5) AIS(4)
DAN (4) HQA (4) 
KDJ 250209
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/01/al-aqsho-isra-miraj-barisan-tangguh-itu.html


Dr. Hudayat Nurwahid

Dalam suasana tahun baru hijrah ini, kita teringat kejadian 1422 tahun lalu, ketika penduduk Madinah mengeluk-elukan datangnya cahaya baru, era baru, semangat baru yaitu kedatangan Rasulullah SAW. Ketika beliau berhijrah dari Mekah ke Madinah, kaum Anshor menyambutnya dengan Sholawat Badar (thola’al badru). 

Laporan UPA Madya 25.11.29

Materi Taushiyah KDJ 251012 10. Manusia Monyet AFR(511) AHZ(510) AIS(411) DAN (401) HQA (410) KDJ 250810 https://komunitastarbiyyah.blogsp...