Sabtu, 11 Oktober 2025

Laporan UPA Madya 25.10.12

Materi TaushiyahKDJ 251012
10. Manusia MonyetAFR(511) AHZ(510) AIS(411) DAN (401) HQA (410)
KDJ 250810
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2019/07/manusia-monyet.html
09. Shihatul Intima’, Loyalitas Yang BenarAFR(511) AHZ(510) AIS(411) DAN (401) HQA (410)
KDJ 250802
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/08/shihatul-intima-loyalitas-yang-benar.html
08. Hijrah Bagi Para Aktivis Da'wah
AFR(511) AHZ(510) AIS(411) DAN (401) HQA (410)
KDJ 250727
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/07/hijrah-bagi-para-aktivis-dawah.html
07. Mempersiapkan Generasi TarbiyahAFR(51) AHZ(51) AIS(41) DAN (41) HQA (41)
KDJ 250719
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/07/mempersiapkan-generasi-tarbiyah.html
11. Al-Musyarokah lit taqwiim wat tasdiid ( المشاركة للتقويم والتسديد )AFR(7) AHZ(6) AIS(6) DAN (5) HQA (5) KDJ 251012
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/05/al-musyarokah-lit-taqwiim-wat-tasdiid.html




Musyarokah kita bertujuan untuk berkontribusi dalam meluruskan dan mengakuratkan tujuan hidup dan perjuangan bangsa ini. Agar bangsa ini tidak  menyimpang dari tujuan utamanya.

Allah memerintahkan kepada kita agar kita lurus, sesuai dengan fitrah diciptakannya.


فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ (الروم : ٣٠)

 

"Maka, hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam sesuai) fitrah (dari) Allah yang telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah (tersebut). Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." 
(QS. Ar-Rum ayat 30)

Tidak ada bangsa atau umat atau bahkan makhluk yang bisa hidup baik, tenang, tentram dan sejahtera kecuali harus lurus dalam fitrahnya. Nilai-nilai fitrah ini adalah nilai-nilai kemanusiaan yang universal. Al-Qur'an mengokohkannya dengan nilai-nilai syar'iyyah.

Sebagai kader dakwah kita harus selalu waspada terhadap kemungkinan berbagai penyimpangan, penyimpangan diri dan penyimpangan di tengah-tengah umat dan bangsa ini. Kita harus menjadi unsur muqawwim (yang meluruskan) wat tasdiid (mengarahkan) agar bangsa ini jangan disorientasi.

Seluruh kader dakwah ini harus berusaha dan mampu mengkonsolidasi, mengkoordinasi, dan memobilisasi seluruh potensi positif konstruktif  di dalam bangsa ini. 

Siapapun mereka, partai apapun mereka, ormas apapun mereka dan agama apapun mereka, suku bangsa apapun mereka. Penghuni pulau manapun mereka. Kita harus mampu melihat potensi positif dan konstruktif untuk membangun bangsa ini mencapai kesejahteraan, kedamaian dan kejayaannya.

Selain itu kita harus selalu berupaya untuk mempersempit ruang gerak, perilaku, dan peran potensi negative destruktif. Agar kehidupan berbangsa dan bernegara ini tidak terprovokasi, terpecah belah, terlemahkan, terkecoh , tergadaikan, bahkan terjual oleh potensi negative destruktif itu. 

Sehingga kehidupan bangsa kita tetap bersatu, damai, tentram dan bersemangat untuk kerja keras mencapai tujuan-tujuan nasional, yaitu menjadi bangsa dan Negara yang diridhai oleh Allah SWT.

Sejak awal, ikhwan dan akhwat digembleng diantaranya untuk misi amar ma'ruf nahi munkar. Dalam musyarokah  lit taqwiim wat tasdiid inilah peran amar ma'ruf nahi munkar harus dilakukan dimanapun antum berada. Apakah di lembaga legislative, lembaga eksekutif atau yudikatif. 

Dalam mengelola jama'ah, kehidupan bermasyarakat, lembaga-lembaga sosial, pendidikan, kebudayaan, dan perekonomian. Tetap taqwim dan tasdiid adalah merupakan refleksi dari misi amar ma'ruf nahi munkar kita.



======= Suplemen ======

Pertanyaan Anda sangat menarik — karena istilah "Al-Musyarokah lit Taqwiim wat Tasdiid (المشاركة للتقويم والتسديد)", meskipun sering digunakan dalam konteks ekonomi syariah, juga memiliki makna yang mendalam dalam konteks politik dan tata kelola pemerintahan (governance). Mari kita bahas secara sistematis.


🕌 1. Arti Bahasa Arab (Makna Leksikal)

Kata Arab Transliterasi Arti Dasar
المشاركة Al-Musyarokah Partisipasi, keterlibatan bersama, kerja sama
للتقويم lit-Taqwiim Untuk perbaikan, pelurusan, atau evaluasi
والتسديد wat-Tasdiid Untuk penyempurnaan, pengarahan, atau penegakan yang benar

Secara harfiah:
"Al-Musyarokah lit Taqwiim wat Tasdiid" berarti partisipasi bersama untuk memperbaiki dan meluruskan (jalannya sesuatu) agar tepat dan benar.


🏛️ 2. Makna Konseptual dalam Konteks Politik & Pemerintahan

Dalam ranah politik Islam dan tata kelola pemerintahan (siyasah syar’iyyah), istilah ini mengandung semangat partisipasi publik dan kolaborasi konstruktif antara rakyat dan pemerintah untuk:

  1. Meluruskan kebijakan yang menyimpang (taqwiim)

  2. Memberi masukan dan koreksi dengan cara yang benar dan membangun (tasdiid)

Dengan kata lain, ini bukan “oposisi destruktif”, melainkan oposisi konstruktif — ikut mengawal pemerintahan agar tetap pada jalan yang benar dan sesuai nilai keadilan.


⚖️ 3. Makna Filosofis dan Praktis

Aspek Makna “Musyarokah lit Taqwiim wat Tasdiid”
Politik Rakyat berpartisipasi aktif dalam mengawasi, menilai, dan memperbaiki kebijakan penguasa tanpa harus memusuhi pemerintah.
Pemerintahan Pemimpin membuka ruang dialog, menerima kritik dan saran dari rakyat atau lembaga lain sebagai bentuk tanggung jawab publik.
Etika Islam Kritik dan koreksi dilakukan dengan adab — bukan menjatuhkan, tetapi memperbaiki (islah).
Kepemimpinan Pemimpin yang baik tidak menutup diri dari koreksi; justru mendorong partisipasi masyarakat untuk mencapai kebaikan bersama.

🧭 4. Dasar Pemikiran dalam Tradisi Islam

Konsep ini selaras dengan prinsip “Syura” (musyawarah) dalam Al-Qur’an:

“... dan urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah di antara mereka ...”
(QS. Asy-Syura [42]: 38)

Dan juga dengan hadis Nabi ﷺ:

“Agama adalah nasihat (ad-din an-nashihah)... untuk Allah, Rasul-Nya, para pemimpin kaum Muslimin, dan umat Islam seluruhnya.”
(HR. Muslim)

Artinya: rakyat berhak dan berkewajiban memberikan nasihat, masukan, atau koreksi (taqwiim) kepada pemimpin dengan cara yang baik (tasdiid).


🧩 5. Contoh Aplikatif dalam Pemerintahan Modern

Situasi Penerapan “Al-Musyarokah lit Taqwiim wat Tasdiid”
Kritik kebijakan publik Lembaga masyarakat memberikan masukan berbasis data, bukan ujaran kebencian.
DPR/DPRD & Pemerintah Fungsi legislatif dan eksekutif bekerja sama untuk meninjau dan menyempurnakan kebijakan (bukan saling menjatuhkan).
Lembaga audit dan ombudsman Melakukan koreksi dan pembinaan terhadap kinerja lembaga pemerintahan agar tetap sesuai aturan dan etika.
Civil society & media Menjadi sarana kontrol sosial dan penyampai aspirasi rakyat untuk perbaikan tata kelola negara.

🕊️ 6. Inti Pesan Moral

“Al-Musyarokah lit Taqwiim wat Tasdiid” mengajarkan bahwa partisipasi politik bukan hanya tentang kekuasaan, tetapi tentang tanggung jawab moral untuk memperbaiki dan meluruskan jalannya pemerintahan secara adil dan beradab.


🩵 Kesimpulan

Al-Musyarokah lit Taqwiim wat Tasdiid (المشاركة للتقويم والتسديد) dalam konteks politik dan pemerintahan berarti:

“Keterlibatan masyarakat dan lembaga politik dalam memperbaiki, meluruskan, dan menyempurnakan arah kebijakan pemerintahan dengan semangat kolaborasi, bukan konfrontasi.”

Atau secara ringkas:

“Partisipasi konstruktif untuk perbaikan dan pelurusan kebijakan.”


Apakah Anda ingin saya buatkan versi diagram alur visual tentang “Hubungan Pemerintah – Rakyat – Lembaga Pengawas dalam Al-Musyarokah lit Taqwiim wat Tasdiid” agar lebih mudah dipahami secara grafis?


https://chatgpt.com/c/68eb2f80-b4ac-8320-a250-fb99572515dc

Jumat, 05 September 2025

Laporan UPA Pratama 25.09.19


Materi TaushiyahMNW 25.09.05
05. Mempersiapkan Generasi Tarbiyah ARG(0101), IBN(0001), KMJ(1110), MAT(1010), MNW(1111), NKH(1000), OPI(1110), SPN(0110), SRS(1010)
MNW 250725
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/07/mempersiapkan-generasi-tarbiyah.html
04. Musim SemiARG(010), KMJ(111), MAT(101), MNW(111), NKH(100), OPI(111), SPN(011), SRS(101) MNW 250711 
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/01/musim-semi.html
03. Manusia Monyet ARG(01) AHZ(10) KMJ(11) MAT(10) MNW(11) NKH(10) OPI(11) SPN(01) SRS(10) MNW 250124
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2019/07/manusia-monyet.html
07. Al-‘Alaq dan Tuntunan Belajar ARG(01) AHZ(10) KMJ(11) MAT(10) MNW(11) NKH(10) OPI(11) SPN(01) SRS(10)
MNW 250905
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/09/al-alaq-dan-tuntunan-belajar.html
06. Shihatul Intima’, Loyalitas Yang Benar

ARG(01011), IBN(00011), KMJ(11101), MAT(10101), MNW(11111), NKH(10000), OPI(11101), SPN(0110), SRS(10101)
MNW 250808
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/08/shihatul-intima-loyalitas-yang-benar.html

======




====



“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” 

(QS. Al-‘Alaq : 1-5).

TIDAK dapat dimungkiri bahwasanya menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim di mana pun dan kapan pun berada. 

Jumat, 08 Agustus 2025

Laporan UPA Madya 25.08.10

Materi TaushiyahKDJ 250810
10. Manusia MonyetAFR(511) AHZ(510) AIS(411) DAN (401) HQA (410)
KDJ 250810
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2019/07/manusia-monyet.html
09. Shihatul Intima’, Loyalitas Yang BenarAFR(511) AHZ(510) AIS(411) DAN (401) HQA (410)
KDJ 250802
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/08/shihatul-intima-loyalitas-yang-benar.html
08. Hijrah Bagi Para Aktivis Da'wah
AFR(511) AHZ(510) AIS(411) DAN (401) HQA (410)
KDJ 250727
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/07/hijrah-bagi-para-aktivis-dawah.html
07. Mempersiapkan Generasi TarbiyahAFR(51) AHZ(51) AIS(41) DAN (41) HQA (41)
KDJ 250719
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/07/mempersiapkan-generasi-tarbiyah.html
06. Al-Aqsho, Isra' Mi'Raj & Barisan Tangguh Itu..AFR(5) AHZ(5) AIS(4)
DAN (4) HQA (4) 
KDJ 250209
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/01/al-aqsho-isra-miraj-barisan-tangguh-itu.html



Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: "Jadilah kamu kera yang hina".(QS. Al-Baqarah:65)

Manusia monyet adalah manusia yang memiliki perangai dan sikap seperti monyet. Tidak berbeda dengan monyet yang ada di hutan atau yang dipelihara oleh manusia seperti di kebun binatang. 

Laporan UPA Pratama 25.08.08


Materi TaushiyahMNW 25.08.08
05. Mempersiapkan Generasi Tarbiyah ARG(0101), IBN(0001), KMJ(1110), MAT(1010), MNW(1111), NKH(1000), OPI(1110), SPN(0110), SRS(1010)
MNW 250725
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/07/mempersiapkan-generasi-tarbiyah.html
04. Musim SemiARG(010), KMJ(111), MAT(101), MNW(111), NKH(100), OPI(111), SPN(011), SRS(101) MNW 250711 
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/01/musim-semi.html
03. Manusia Monyet ARG(01) AHZ(10) KMJ(11) MAT(10) MNW(11) NKH(10) OPI(11) SPN(01) SRS(10) MNW 250124
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2019/07/manusia-monyet.html
02. Mulai dengan Ikhlash, Jalani dengan Ikhlash, dan Akhiri dengan Ikhlash ARG(01) AHZ(10) KMJ(11) MAT(10) MNW(11) NKH(10) OPI(11) SPN(01) SRS(10)
MNW 250110
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2019/06/mulai-dengan-ikhlash-jalani-dengan.html
06. Shihatul Intima’, Loyalitas Yang BenarARG(01011), IBN(00011), KMJ(11101), MAT(10101), MNW(11111), NKH(10000), OPI(11101), SPN(0110), SRS(10101)
MNW 250808
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/07/hijrah-bagi-para-aktivis-dawah.htm

======




====


(Ust Amang Syafruddin) 

Dalam berorganisasi/amal jama’i, afiliasi, keanggotaan, keterikatan dan keikutsertaan seorang a’dho jama’ah dalam aktivitas dakwah harus di atas landasan intima yang benar, jelas dan pasti. Bukan intima yang semu, mengambang dan bercabang. Sebagaimana Allah SWT berfirman

Jumat, 01 Agustus 2025

Laporan UPA Madya 25.08.02

Materi TaushiyahKDJ 250802


09. Shihatul Intima’, Loyalitas Yang BenarAFR(511) AHZ(510) AIS(411) DAN (401) HQA (410)
KDJ 250802
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/08/shihatul-intima-loyalitas-yang-benar.html
08. Hijrah Bagi Para Aktivis Da'wah
AFR(511) AHZ(510) AIS(411) DAN (401) HQA (410)
KDJ 250727
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/07/hijrah-bagi-para-aktivis-dawah.html
07. Mempersiapkan Generasi TarbiyahAFR(51) AHZ(51) AIS(41) DAN (41) HQA (41)
KDJ 250719
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/07/mempersiapkan-generasi-tarbiyah.html
06. Al-Aqsho, Isra' Mi'Raj & Barisan Tangguh Itu..AFR(5) AHZ(5) AIS(4)
DAN (4) HQA (4) 
KDJ 250209
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/01/al-aqsho-isra-miraj-barisan-tangguh-itu.html

(Ust Amang Syafruddin) 

Dalam berorganisasi/amal jama’i, afiliasi, keanggotaan, keterikatan dan keikutsertaan seorang a’dho jama’ah dalam aktivitas dakwah harus di atas landasan intima yang benar, jelas dan pasti. Bukan intima yang semu, mengambang dan bercabang. Sebagaimana Allah SWT berfirman

Laporan UPA Madya 25.07.27

Materi TaushiyahKDJ 250802

 




08. Hijrah Bagi Para Aktivis Da'wah
AFR(511) AHZ(510) AIS(411) DAN (401) HQA (410)
KDJ 250727
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/07/hijrah-bagi-para-aktivis-dawah.html
07. Mempersiapkan Generasi TarbiyahAFR(51) AHZ(51) AIS(41) DAN (41) HQA (41)
KDJ 250719
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/07/mempersiapkan-generasi-tarbiyah.html
06. Al-Aqsho, Isra' Mi'Raj & Barisan Tangguh Itu..AFR(5) AHZ(5) AIS(4)
DAN (4) HQA (4) 
KDJ 250209
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/01/al-aqsho-isra-miraj-barisan-tangguh-itu.html


Dr. Hudayat Nurwahid

Dalam suasana tahun baru hijrah ini, kita teringat kejadian 1422 tahun lalu, ketika penduduk Madinah mengeluk-elukan datangnya cahaya baru, era baru, semangat baru yaitu kedatangan Rasulullah SAW. Ketika beliau berhijrah dari Mekah ke Madinah, kaum Anshor menyambutnya dengan Sholawat Badar (thola’al badru). 

Jumat, 25 Juli 2025

Laporan UPA Pratama 25.07.25


Materi TaushiyahMNW 25.07.25
05. Mempersiapkan Generasi Tarbiyah ARG(0101), IBN(0001), KMJ(1110), MAT(1010), MNW(1111), NKH(1000), OPI(1110), SPN(0110), SRS(1010) MNW 250725
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/07/mempersiapkan-generasi-tarbiyah.html
04. Musim SemiARG(010), KMJ(111), MAT(101), MNW(111), NKH(100), OPI(111), SPN(011), SRS(101) MNW 250711 
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2025/01/musim-semi.html
03. Manusia Monyet ARG(01) AHZ(10) KMJ(11) MAT(10) MNW(11) NKH(10) OPI(11) SPN(01) SRS(10) MNW 250124
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2019/07/manusia-monyet.html
02. Mulai dengan Ikhlash, Jalani dengan Ikhlash, dan Akhiri dengan Ikhlash ARG(01) AHZ(10) KMJ(11) MAT(10) MNW(11) NKH(10) OPI(11) SPN(01) SRS(10)
MNW 250110
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2019/06/mulai-dengan-ikhlash-jalani-dengan.html
01. Dampak Buruk Ujub (Riya)ARG(0) AHZ(1) KMJ(1) MAT(1) MNW(1) NKH(1) OPI(1) SPN(0) SRS(1)
MNW 241227
https://komunitastarbiyyah.blogspot.com/2019/07/dampak-buruk-ujub-riya.html

======

Tarbiyah - Mempersiapkan Gnerasi Tarbiyah 24 x 36 cm by KUSTIYADI


Mempersiapkan Generasi Tarbiyah



Generasi yang baik (dzurriyyah thayyibah) lahir dari proses pendidikan atau tarbiyah yang baik pula. Tarbiyah yang baik sudah harus disiapkan dengan baik sejak anak-anak belum ada, belum berbentuk janin, dan tentu saja belum lahir di muka bumi.

Calon orangtua telah mempersiapkan diri dengan baik, sebelum berharap memiliki anak keturunan yang baik. Inilah proses tarbiyah anak yang paling berat. 

Bahwa orangtua harus menjadi pribadi yang baik sebelum memproses hadirnya anak melalui pernikahan, kehamilan dan kelahiran. Maka orangtua harus mendapatkan tarbiyah yang baik terlebih dahulu.

Syaikh Abdurrahman Dahy dalam kitab Taurits Al-Iltizam menceritakan kisah Nabi Zakariya yang meminta kepada Allah keturunan yang baik. Dalam surat Ali Imran ayat 38 – 39 disebutkan kisah Nabi Zakariya yang berdoa kepada Allah meminta kehadiran “dzurriyah thayyibah”, anak keturunan yang baik.

Dalam surat Maryam ayat 2 sampai 7, dikisahkan kekhawatiran Nabi Zakariya di masa tua, terhadap kondisi sepeninggalnya nanti. Ia khawatir akan muncul keburukan, jika ia tidak memiliki keturunan yang bisa menjadi pelanjut kebaikan yang dirintisnya.



Atas motivasi yang kuat dan lurus tersebut, Allah mengutus malaikat untuk memberikan kabar gembira kepada Nabi Zakariya,


Allah mengabulkan doa Nabi Zakariya, dengan memberikan anak salih yang membenarkan kalimat Allah (mushaddiqan), menjadi panutan (sayyidan), mampu menahan hawa nafsu (hashuran), bahkan diangkat menjadi Nabi (nabiyyan).

Putra Nabi Zakariya juga dikaruniai jiwa kasih sayang, kesucian diri dan ketakwaan (QS. Maryam : 13); berbakti kepada orangtua, tidak sombong dan durhaka (QS. Maryam: 14); serta mendapat kesejahteraan di sepanjang usia (QS. Maryam: 15).

Banyak orang mengatakan, proses tidak mengkhianati hasil. Kita perhatikan proses panjang yang dilakukan Nabi Zakariya dalam mendapatkan anak keturunan yang baik, berakhir dengan pengabulan yang sangat baik dari Allah.

Kewajiban kita semua untuk berjuang, berusaha, berdoa, serta menjalankan peran dengan sebaik-baiknya; untuk mendapatkan generasi penerus yang baik. Generasi tarbiyah yang akan menjadi penerus risalah kenabian; yang akan melanjutkan perjuangan dakwah.

Akhukum, Cahyadi Takariawan.

*)

Referensi: Abdurrahman Dahy, Mewariskan Komitmen Dakwah, Era Intermedia, 2023.

Laporan UPA Madya 25.11.29

Materi Taushiyah KDJ 251012 10. Manusia Monyet AFR(511) AHZ(510) AIS(411) DAN (401) HQA (410) KDJ 250810 https://komunitastarbiyyah.blogsp...